Beredarnya Spanduk Tolak Perilaku Menyimpang Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di Sumbar Jadi Sorotan Pengguna Jalan - OKE NEWS

Sabtu, 02 Mei 2026

Beredarnya Spanduk Tolak Perilaku Menyimpang Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di Sumbar Jadi Sorotan Pengguna Jalan

PADANG | Sebuah spanduk yang terpasang di kawasan Taman Rimbo Kaluang, tepatnya di ruas Jalan A. Yani (Aaksa Agung R Soeprapto), menarik perhatian masyarakat Kota Padang dan para pengendara yang melintas.

Spanduk tersebut memuat pesan penolakan terhadap perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayah Sumatera Barat. Keberadaannya memicu beragam respons, terutama dari pengguna jalan yang membaca pesan yang disampaikan.

Seorang warga bernama Firman yang melintas di lokasi menyampaikan dukungannya terhadap isi pesan spanduk tersebut. Menurutnya, langkah yang dilakukan oleh pemuda dan masyarakat yang memasang spanduk tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap kondisi moral di lingkungan sekitar.

Firman menilai, pesan yang disampaikan tidak hanya berupa penolakan, tetapi juga mengandung ajakan kepada masyarakat untuk menjauhi perbuatan maksiat serta menjaga nilai-nilai kehidupan sosial yang selaras dengan norma adat dan agama.

Selain itu, spanduk tersebut juga berisi ajakan untuk memelihara persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat demi terciptanya suasana yang kondusif, aman, nyaman, tertib, serta bersih dari perbuatan yang dinilai melanggar norma.

Lebih lanjut, Firman mengingatkan bahwa dalam falsafah Minangkabau yang berlandaskan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, perilaku LGBT dipandang bertentangan dengan nilai adat dan ajaran agama yang dianut masyarakat setempat.

Ia juga menyinggung ajaran Sumbang Nan Duo Baleh dalam adat Minangkabau yang memuat larangan tegas terhadap hubungan sesama jenis sebagai bagian dari norma sosial yang telah lama dijunjung tinggi.

Keberadaan spanduk tersebut hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat yang melintas di lokasi, sekaligus menjadi bahan perbincangan di ruang publik mengenai nilai sosial, adat, dan kehidupan bermasyarakat di Sumatera Barat.

TIM

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda